BandarQ Online, Domino QQ, Domino 99, PokerQQ BandarQ Online, Domino QQ, Domino 99, PokerQQ
Daftar Situs Pusat Poker Domino Daftar Situs Pusat Poker Domino
Daftar Situs Pusat Poker Domino Daftar Situs Pusat Poker Domino
Poker Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini
Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini
Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini BeritaGoogle.com
IKLAN BANNER BERITAGOOGLE.COM IKLAN BANNER BERITAGOOGLE.COM
Home / Cerita Mengharukan / Ayah Meninggalkan Banyak Utang dan Kedua Kakakku Lepas Tangan, Ketika Aku Hendak Membayar Utang, Kreditur Itu Justru Memberiku Uang 1 Miliar !

Ayah Meninggalkan Banyak Utang dan Kedua Kakakku Lepas Tangan, Ketika Aku Hendak Membayar Utang, Kreditur Itu Justru Memberiku Uang 1 Miliar !

Berita Google – Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa orangtua yang berutang, anak yang membayar, atau dengan kata lain bilamana orangtua tak sanggup membayar utangnya, maka utang itu dapat dibebankan kepada anaknya untuk membayar.

Namun dalam undang undang juga ada ketentuannya, siapa yang menandatangani surat utang, dialah yang harus membayarnya. Terkait hal ini, ada anak yang memilih menghindari tanggung jawab dengan alasan bukan dia yang berutang saat menghadapi utang yang besar, namun ada juga anak yang akan berusaha membayar utang orangtuanya karena kepedulian dan perhatian mereka.Aku Xiaoqi, putri bungsu dan punya dua kakak laki-laki dalam keluarga.

Karena ayahku memiliki pola pikir patriarki (mengutamakan anak laki-laki) yang serius. Meskipun aku anak bungsu, tetapi aku lebih banyak bekerja di rumah daripada kedua kakakku, namun tidak pernah mendapat perhatian sedikit pun dari ayah. Jika bukan karena ibu yang lebih bersikap baik, aku benar-benar tidak tahu apa lagi artinya hidup di dunia ini.

Dan kami pun tumbuh dewasa. Kedua kakakku sudah menikah, dan aku sendiri menikah di luar daerah. Orangtuaku juga akhirnya bisa menikmati masa tua mereka, namun, sebelum sempat menikmatinya, ayah mengalami kecelakaan dan meninggalkan kami untuk selamanya. Meskipun sejak kecil sikap ayah tidak baik padaku, tetapi dia adalah ayah kandungku.

Aku pun bergegas pulang ke rumah bersama kedua kakakku. Kami pun tidak kuasa menahan tangis saat memandanig tubuh ayah yang sudah kaku.Setelah memakamkan ayah, aku mulai merapikan barang-barang peninggalan ayah.

Tiba-tiba, selembar kertas jatuh dari saku kemeja ayah, ternyata itu adalah surat hutang ayah.Tak disangka ayah telah meminjam begitu banyak uang dari orang lain, walaupun aku dan kedua kakakku tidak tahu untuk apa ayah meminjam uang sebanyak itu, tetapi utang itu tetap harus dibayar.

Tak lama kemudian, kreditur itu datang ke rumah, kami pun tidak berdaya, untuk tidak membayar hutang ayah, itu tidak mungkin.Melihat kedatangan kriditur, kedua kakakku segera menghindar, tapi aku menahan mereka. Ketika kriditur bertanya tentang utang itu, kakak sulung langsung berkata:

“Surat pernyataan utang itu ditulis dan ditandatangani oleh ayah saya, Anda tagih saja ke ayah di sana, saya tidak punya kewajiban untuk membayar utang ayah.”Kemudian kakak kedua juga berkata: “Entah benar tidak surat pernyataan utang itu, lagipula mana mungkin ayah berhutang begitu banyak, kalau hanya beberapa juta rupiah sih saya bisa membayarnya sekarang juga.”

Aku memandangi kedua kakakku, dan aku tahu mereka ingin menyangkal utang ayah, tetapi bagaimanapun utang ayah harus dibayar.Aku menelepon suamiku dan mengatakan bahwa masalah pembelian rumah ditunda dulu. Awalnya suamiku agak kesal, tetapi akhirnya menuruti permintaanku.Aku minta alamat rumah kriditur, kemudian pulang ke rumah untuk menyiapkan uang tunai.

Keesokan harinya ketika ke rumah kriditur untuk membayar utang almarhum ayah, kriditur itu malah tertawa sambil memandangku. Aku pun bingung melihatnya, kemudian bertanya apa yang dia tertawakan, tapi dia diam saja tidak menyahut.

Ketika aku menaruh uang itu di atas meja dan memintanya merobek surat pernyataan hutang itu, kriditur itu mengatakan bahwa itu adalah ujian dari almarhum ayahnya.Dia mengatakan bahwa uang itu adalah titipan ayahnya. Setelah kriditur itu menceritakan hal yang sebenarnya.

Aku baru tahu kriditur ini adalah saudara angkat almarhum ayah.Mendiang ayah sadar dengan sikapnya yang seakan tidak pernah peduli kepadaku semasa hidup, jadi ayah menggunakan cara ini untuk mengujiku.Jika aku datang dan membayar hutang, maka saudara dari almarhum ayah itu akan menceritakannya secara detail.

Jika aku tidak datang, maka semua uang itu akan disumbangkan untuk membantu orang-orang miskin.(jhn/yant)Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

About beritagoogle

Check Also

Saya Punya Anak Tukang Bohong, Tapi Begitu Saya Tahu, Alasannya, Aku Menangis

Berita Google – Berbohong itu adalah perbuatan yang tidak terpuji. Kecewa rasanya jika kita melihat …