BandarQ Online, Domino QQ, Domino 99, PokerQQ BandarQ Online, Domino QQ, Domino 99, PokerQQ
Daftar Situs Pusat Poker Domino Daftar Situs Pusat Poker Domino
Daftar Situs Pusat Poker Domino Daftar Situs Pusat Poker Domino
Poker Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini
Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini
Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini BeritaGoogle.com
IKLAN BANNER BERITAGOOGLE.COM IKLAN BANNER BERITAGOOGLE.COM

Home / Berita Tionghoa / Kronologi A Hok Terjatuh dan Tak Bergerak Lagi Ketika Makan Mie Pangsit di Aksara Medan

Kronologi A Hok Terjatuh dan Tak Bergerak Lagi Ketika Makan Mie Pangsit di Aksara Medan

BertaGoogle – Suasana warung Mie Pansit 68 di Jalan Aksara No 68, tepatnya Simpang Pukat 6, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, mendadak heboh oleh para pelanggan dan warga di sana.

Salah seorang pengunjung tiba-tiba jatuh tergeletak dan langsung tak bergerak usai menyantap mie pansit yang disajikan warung yang diketahui milik Edwin (48), Rabu (1/5/2019), sekira pukul 09.00 wib. Informasi yang dihimpun, pria 73 tahun bernama Yeah Eng Hok alias A Hok, tinggal tak jauh dari warung mie pansit yang berada di Simpang Pukat 6 tersebut, tepatnya Jalan Pukat 5, Gang Nona, Medan Tembung.

“Dia memang langganan di situ, sering nampak lihat dia makan mie pansit, walau hanya sendiri tanpa [didampingi] keluarga,” sebut seorang warga Anthony. “Gak lama duduk, dia terjatuh ke lantai. Pemilik warung sama warga berusaha menolongnya.

Tapi pas dicek, ternyata udah gak bernafas lagi,” katanya. Peristiwa itu kemudian segera dilaporkan pemilik warung dan warga ke Polsek Percut Sei Tuan. Panit Luar Polsek Percut Sei Tuan, Aiptu S Silalahi membenarkan adanya insiden tersebut. Dari hasil cek TKP yang dilakukan, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Polisi kemudian menghubungi keluarga korban agar datang ke lokasi. “Dari keterangan keluarga, korban memang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sudah lebih kurang 5 tahun,” beber Silalahi.

Atas dasar itu, pihak keluarga yang diwakili Sany (26), anak kandung Yeah Eng Hok, meminta agar jasad ayahnya tidak diotopsi. Keluarga memilih membawa jasad korban langsung ke Angsapura di Jalan Waja/Asia guna disemayamkan di persemayaman Sosial Angsapura. “Surat pernyataan dari keluarga korban untuk tidak diotopsi sudah kita terima. Dari pengecekan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkas Silalahi.

About beritagoogle

Check Also

Semangka, Kentang dan ada 4 Makan Dilarang Simpan Di Kulkas

Berita Google – Kalau penulis boleh tahu, apa saja sih makanan atau minuman yang ada …