BandarQ Online, Domino QQ, Domino 99, PokerQQ BandarQ Online, Domino QQ, Domino 99, PokerQQ
Daftar Situs Pusat Poker Domino Daftar Situs Pusat Poker Domino
Daftar Situs Pusat Poker Domino Daftar Situs Pusat Poker Domino
Poker Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini
Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini
Dominoqq Link Alternatif Website Terbaru Saat Ini BeritaGoogle.com
IKLAN BANNER BERITAGOOGLE.COM IKLAN BANNER BERITAGOOGLE.COM

Home / Berita Tionghoa / Sejarah Hari Tri Suci Waisak

Sejarah Hari Tri Suci Waisak

BeritaGoogle – Adanya hari Waisak tentu kita tidak bisa menutup mata mengenai sejarah adanya hari raya tersebut. Menurut situs wikipedia, Waisak atau Waisaka (Pali; Sanskrit: Vaiśākha वैशाख) merupakan hari suci agama Buddha. Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Nama ini diambil dari bahasa Pali “Wesakha”, yang pada gilirannya juga terkait dengan “Waishakha” dari bahasa Sanskerta. Di beberapa tempat disebut juga sebagai “hari Buddha”.

Terus bagaimana dengan sejarah Waisak? berikut penjelasan singkatnya…

Waisak dirayakan dalam bulan Mei pada waktu terang bulan (purnama sidhi) untuk memperingati 3 (tiga) peristiwa penting, yaitu :

1. Kelahiran Pangeran Sidharta

Pangeran Sidharta adalah Putra seorang Raja yang bernama Raja Sudodhana dan seorang Permaisuri yang bernama Ratu Mahamaya. Pangeran Sidharta lahir kedunia sebagai seorang Bodhisatva ( Calon Buddha, Calon Seseorang yang akan mencapai Kebahagiaan Tertingggi ). Beliau Lahir di taman Lumbini pada tahun 623 Sebelum Masehi

2. Pencapaian Penerangan Sempurna

Pangeran Sidharta pada usia 29 tahun beliau pergi meninggalkan Istana dan pergi menuju Hutan untuk mencari Kebebasan dari USIA TUA, SAKIT, dan MATI. Kemudian Pada saat Purnama Sidhi di bulan Waisak Pertapa Sidharta mencapai Penerangan Sempurna dan mendapat gelar SANG BUDDHA.

3. Pencapaian Parinibbana (Wafat)

Ketika usia 80 tahun Sang Buddha Wafat atau PARINIBBANA di Kusinara. Semua mahkluk memberikan penghormatan kepada Sang Buddha dan begitu juga Para anggota Sanggha , mereka bersujud sebagai tanda penghormatan terakhirnya kepada Sang Buddha.

Tiga peristiwa ini dinamakan “Trisuci Waisak”. Keputusan merayakan Trisuci ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) yang pertama di Sri Lanka pada tahun 1950. Perayaan ini dilakukan pada purnama pertama di bulan Mei.

About beritagoogle

Check Also

Semangka, Kentang dan ada 4 Makan Dilarang Simpan Di Kulkas

Berita Google – Kalau penulis boleh tahu, apa saja sih makanan atau minuman yang ada …